Category: Bollywood

Film Bollywood TerbaikFilm Bollywood Terbaik

Film Bollywood Terbaik

Film Bollywood Terbaik Industri film agen sbobet88 India sangat besar, baik dalam ukuran maupun cakupannya. Seberapa besar? Nah, di tahun 2019 ini saja sudah ada 4.500 film yang dirilis dalam 41 bahasa berbeda. Memilih film Bollywood terbaik (dan maafkan kami karena menggunakan ‘Bollywood’ sebagai istilah umum yang sedikit menyesatkan untuk sinema India) dari 41 bahasa tersebut terasa seperti tugas yang mustahil.

Untuk membantu, kami meminta keahlian para kritikus dan pakar untuk meliput semuanya, mulai dari film thriller Tamil hingga aksi spektakuler berbahasa Telugu seperti RRR. Juga dalam daftar adalah apa yang disebut ‘kari barat’ seperti Sholay, blockbuster bombastis seperti Baahubali, klasik yang lebih tua seperti Mother Indian dan tarif yang lebih kecil di mana tidak ada yang meledak dan tidak ada yang diserang oleh harimau. Baik Anda sedang dalam mood untuk musikal yang fantastis, untuk menari mengikuti lagu-lagu legenda penulisan lagu seperti AR Rahman atau Laxmikant dan Pyarelal, atau berpesta dengan potongan dramatis superstar seperti Shah Rukh Khan dan Ram Charan, ada sesuatu di sini untuk Anda.

Film Bollywood Terbaik

Bobby (1973)

Pemuda Hindu kaya Raja (Kapoor) jatuh cinta pada Bobby (Kapadia), cucu perempuan berusia 16 tahun dari pengasuh Katolik Goan-nya. Ketika orang tuanya yang sombong keberatan dengan ‘persahabatan’ mereka, para kekasih muda memutuskan untuk kawin lari. Film penting ini sukses besar karena penonton India jarang melihat cinta remaja diekspresikan secara sensual di layar.

Hum Aapke Hain Koun…! (1994)

Film blockbuster 1990-an ini secara langsung bertanggung jawab atas penonton di India dan di tempat lain yang kembali ke Bollywood setelah penurunan drastis jumlah penonton pada 1980-an karena pembajakan video dan kekecewaan terhadap film-film aksi kasar pada masa itu. Harapkan 14 lagu, dua pernikahan dan kremasi.

Yeh Jawaani Hai Deewani (2013)

Komedi romantis ini sangat cocok dengan template Bollywood: ia menawarkan warna, lagu dan tarian yang flamboyan dan, yang lebih penting, pernikahan India yang besar. Ini menceritakan tentang dua karakter, Bunny (Kapoor) dan Naina (Padukone), dan kelompok teman-teman mereka, yang pertama kali kami temui saat mereka meninggalkan universitas sebelum film itu berlanjut ke akhir usia dua puluhan.

Veer-Zaara (2004)

Yash Chopra, sutradara Bollywood yang paling sukses dan dihormati, menghadirkan roman musik yang inovatif dalam skala epik. Akankah cinta yang dirasakan oleh Hindu Veer (Khan) India dan Muslim Pakistan Zaara (Zinta) satu sama lain dapat mengatasi batas lintas budaya, emosional, dan fisik? Chopra menggunakan ciri khasnya ‘sari sifon dalam gaya Pegunungan Alpen Swiss’ sambil memasukkan pesan politik dan sosial progresif tentang persatuan Indo-Pak, hak-hak perempuan, keadilan yang tidak layak, dan harapan untuk masa depan.

Umrao Jaan (1981)

Ini adalah adaptasi dari novel terkenal tahun 1899 karya Mirza Hadi Ruswa tentang seorang pelacur Lucknow bernama Umrao Jaan (Rekha) yang berjuang untuk melarikan diri dari profesi tempat dia diculik dengan mengikuti jalan cinta sejati.

Swades (2004)

Menyenangkan penonton dengan film begitu cepat setelah ‘Lagaan’ yang dinominasikan Oscar akan selalu sulit bagi sutradara Ashutosh Gowariker. Dan sementara ‘Swades’ mengecewakan mereka yang membandingkannya dengan ‘Lagaan’, itu masih film yang solid, dan bahkan lebih baik dalam beberapa hal.

Film Fiksi Sejarah India Menembus Jajaran Box OfficeFilm Fiksi Sejarah India Menembus Jajaran Box Office

Film Fiksi Sejarah India

Film fiksi sejarah India kini semakin percaya diri untuk melenggang dari Bollywood menuju Hollywood, manakala ia membuahkan hasil memuaskan. Berjudul Baahubali, film ini sukses menyatukan gaya penceritaan khas India dengan CGI paling muktahir yang sering muncul dalam film papan atas di Amerika Serikat.

Epos berperang seperti Baahubali atau dalam bahasa Indonesianya berarti Pria Kuat, mencatatkan namanya sebagai film India dengan budget termahal. Bukan hanya itu saja, Baahubali juga digadang – gadangkan menjadi salah satu film tersukses dari negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu tersebut.

Film Fiksi Sejarah India Menembus Jajaran Box Office

Berdasarkan laporan, biaya produksi film ini berhasil menembus angka melebihi dua setengah miliar rupee atau setara dengan 525 milyar rupiah. Sang sutradara yaitu SS Rajamouli telah meraup balik modal sekiranya 20% atau sekitaran seratus milyar rupiah hanya pada penayangan perdananya di layar lebar pada Jumat, 10 Juli 2015 silam.

Angka tersebut sontak saja mengalahkan sang juara bertahan yaitu Happy New Year yang hanya sanggup meraih 90 miliar rupiah saja di tayangan perdananya. Kesuksesan itu pun juga lebih menitik beratkan pada kemunculan aktor papan atas India yaitu Sharukh Khan pada 2014 lalu dan kali ini mesti ikhlas tergeser ke posisi runner up.

Publik setempat begitu gegap gempita serta merasakan euphoria yang luar biasa menonton Baahubali, menjadikannya buah bibir di seluruh sudut kota. Salah satu faktor keberhasilan film ini dapat terlihat semenjak dari masa promosinya, menyiratkan sebuah kecerdasan strategi marketing oleh sang kreator.

Film Fiksi Sejarah India Bernama Baahubali Menggemparkan Seluruh Sudut Kota

Tatkala industri perfilman diserbu kisah percintaan, horor, serta aksi superhero di blantika hiburan Amerika Serikat, beda lagi ceritanya di Asia. SS Rajamouli mengerti untuk menawarkan genre seperti film fiksi sejarah India, maka perlu effort lebih untuk meyakinkan calon penonton bahwa karyanya sangat berkualitas.

Meski beberapa film kerajaan kolosal Korea penuh kontroversi besar, tetapi hal itu tidak meredupkan semangat sutradara untuk tetap meluncurkan filmnya di India. Salah satu cara yang ia pakai adalah dengan memasang poster berukuran super besar, tepatnya sekitar 4.700 m2 atau nyaris menyentuh 5 km2 sehingga langsung heboh pada hari pemasangannya.

Film Fiksi Sejarah India Bernama Baahubali Menggemparkan Seluruh Sudut Kota

Selain itu, budget untuk promosi pun mendapatkan suntikan dana yang cukup lumayan untuk membuat geger seluruh rakyat di India. Terlepas dari kehebohan anggaran iklannya, film Baahubali tidak mungkin berhasil tembus box office apabila tidak dibarengi dengan kualitas cerita maupun teknik pengambilan gambar yang cemerlang.

Film garapan Rajamouli kali ini menyajikan kemewahan serta tampilan serba spektakuler berkat serangkaian lokasi shooting yang memanjakan mata. Studio CGI nya pun terbukti sering menerima pekerjaan untuk mengedit film superhero papan atas khas Hollywood sehingga semakin menunjang cita rasa esensi film itu sendiri.

Modal iklan segunung, deretan artis papan atas, efek CGI muktahir, serta naskah yang kental dengan budaya India, semua larut jadi satu menjadi formula kesuksesan. Kisah yang ditawarkan Baahubali terbukti mampu menggetarkan hati para penonton yang menyukai jalan cerita tradisional khas Bollywood.

Aksi Balas Dendam Berbalut Padatnya Adegan Aksi Perang

Alkisah, seorang pangeran dinamai Baahubali yang berarti pria kuat, karena memang sudah terlihat dari kecil bahwa tangannya sangat kokoh. Ia tumbuh besar tersembunyi dalam sebuah gubuk tua yang reyot dan kecil, tanpa pernah mengetahui bahwa sesungguhnya ia adalah seorang pewaris tahta kerajaan di balik pegunungan.

Muncul juga sosok orang tua yaitu ibunya sendiri, khas wanita India yang memiliki tekad kuat untuk bertahan hidup dan melindungi anak semata wayangnya. Merasakan cinta yang begitu besar dari sang ibu, membuat tokoh utama dalam kisah ini bertekad ingin membayar lunas penghinaan yang diterima oleh ibunda tercinta.

Aksi Balas Dendam Berbalut Padatnya Adegan Aksi Perang Film Fiksi Sejarah India

Keadaan semakin bervariatif manakala muncul pula tokoh sekumpulan puteri cantik yang pandai bertarung menggunakan panah dan pedang. Layaknya film India pada umumnya, para puteri ini nantinya akan luluh dan tergila – gila melihat ketampanan sang protagonis dan membuatnya populer di antara wanita.

Cerita naskah Baahubali berakar pada legenda mitologi India yang tercampur secara rapi dengan premis klasik India yaitu balas dendam. Pesan moralnya pun sederhana saja, yaitu ingin menunjukkan bahwa sifat berdasar pada kebaikan pasti akan selalu mengungguli niat jahat dari peran antagonis dan mengalahkannya.

Pembawaan akting para pemeran sengaja dibuat agar lebih menonjolkan sisi keseriusannya, sambil diselingi sedikit bumbu komedi dengan porsi secukupnya. Adegan film fiksi sejarah India yang cukup berani, karena sempat mempertontonkan laga khas komik, berdialog panjang, serta penuh akan majas hiperbola.